INKONTINENSIA ALVI PADA LANSIA PDF

INKONTINENSIA ALVI PADA LANSIA PDF

Lansia mengalami kemunduran atau perubahan morfologis pada otot yang menyebabkan . Prevalensi IU secara signifikan (p pada populasi usia lanjut LUTS, batuk kronis, dan inkontinensia alvi memiliki efek paling. Pendahuluan: Insiden jatuh pada lansia menjadi masalah serius bagi pasien rawat inap yang dengan keterbatasan aktivitas. . Gangguan eliminasi ( inkontinensia, nokturia, frekuensi eliminasi) .. eliminasi alvi sebagai dampak pemberian.

Author: Najas Tojahn
Country: Qatar
Language: English (Spanish)
Genre: History
Published (Last): 27 March 2017
Pages: 153
PDF File Size: 8.82 Mb
ePub File Size: 15.37 Mb
ISBN: 862-2-37053-787-7
Downloads: 20948
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Doulmaran

Perbedaan penampilan klinis ini dapat menunjukkan penyebab yang berbeda-beda, antara lain inkontinensia alvi akibat konstipasi sulit buang air besarsimtomatik berkaitan dengan penyakit usus besarakibat gangguan saraf pada proses defekasi neurogenikdan akibat hilangnya refleks pada anus. Perubahan pada defekasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh lain, karena sisa-sisa produk usus adalah inkontibensia.

Inkontinensia urin

Inkontinensia alvi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius pada pasien geriatri. Pada penderita-penderita dengan inkontinensia akibat sfingter ani yang lemah tetapi utuh, repair postanal telah dicoba.

Pada inkontinnesia lainnya, sesi terapi selama menit diberikan dua kali sehari selama 12 minggu, tetapi perbaikan hanya diamati 13 pada 2 dari 10 penderita dan tidak ada perubahan pada tekanan sfingter.

Defisit perawatan diri eliminasi III. Pengelolaan inkontinensia ini sebaiknya diserahkan pada ahli progtologi untuk pengobatannya broklehurst dkk, Sumbatan, Pemadatan Massa Sfingter, Stimulasi Listrik Alat sumbat anus, terapi pemadatan massa sfingter, atau stimulasi listrik harus bersifat eksperimental dan memerlukan studi-studi klinis terkontrol.

Pemeriksaan dapat dilihat pada kelainan struktur dan kelainan saraf. Sumbat anus sekali pakai yang inovatif telah dirancang untuk oklusi sementara anal kanal. Fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor, pola eliminasi dan kebiasaan Berman, et. Untuk mengetahui etiologi inkontinensia alvi. Secara anatomi, sfingter ani terdiri dari dua komponen, yaitu sfingter lanisa interna, yang terdiri otot polos dan sfingter ani eksterna inkontinensiz berasal dari otot lurik.

  ASTM C1383 PDF

Faktor psikologik Kebiasaan 10 6.

Klinik Geriatri by Michelle Audry on Prezi

Berikut ini akan dibahas mengenai inkontinensia alvi dan penanganannya. Sumitro Adi PutraS. Beberapa obat, masing-masing dengan mekanisme kerja yang berbeda, telah diajukan untuk memperbaiki inkontinensia fekal. Inkontinensia alvi simtomatik, yang berkaitan dengan penyakit pada usus besar. Eliminasi yang teratur dari sisasisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh normal.

Gejala Inkontinensia Alvi Gejala bisa berupa merembesnya feses cair yang disertai dengan buang gas dari dubur atau penderita sama sekali tidak dapat mengendalikan keluarnya feses.

Inkontinensia alvi simtomatik dapat merupakan penampilan klinis dari macam — macam kelainan patologik yang dapat menyebabkan diare. Departement of Health and Human Services dan Junizafinkontinensia fekal adalah ketidakmampuan dalam menahan keinginan buang air besar sampai mencapai toilet, juga diartikan sebagai ketidakmampuan menahan gas, feces cair, maupun feces padat. Robert — Thomson 3. Secara morfologis, slvi sfingter tersebut terpisah dan heterogen.

Inkontinensia urin – [PPTX Powerpoint]

Tindakan Bedah Pembedahan harus dipertimbangkan pada penderita-penderita tertentu yang gagal ditangani dengan upaya-upaya konservatif atau terapi biofeedback. Suatu hal yang sangat diperlukan tubuh dalam kaitannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan adalah nutrisi yang adekuat.

Akibatnya feses yang cair akan merembes keluar broklehurst dkk, Sfingter ani interna, memiliki ketebalan 0,5 cm yang merupakan ekspansi lapisan otot polos sirkuler rektum, dan sfingter ani eksterna dengan ketebalan 0, cm yang merupakan ekspansi dari otot levator ani lurik. Bagiamana faktor resiko inkontinensia alvi? Kelemahan – Instruksikan pasien 18 untuk makan rendah serat, tinggi protein dan tinggi kalori jika memungkinkan.

Flatus yang dikelurkan orang dewasa selama 24 jam yaitu liter flatus dalam usus besar. Sekitar tahunAbraham Maslow seorang psikolog dari Amerika mengembangkan teori tentang kebutuhan dasar manusia yang lebih dikenal dengan istilah Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia Maslow Wolf, Lu Verne,dkk Ini adalah saraf campuran yang berfungsi sebagai saraf sensorik dan motorik.

  LEI 9985 MEIO AMBIENTE PDF

Upaya-Upaya Suportif Upaya-upaya suportif seperti menghindari makanan yang iritatif, membiasakan buang air besar pada waktu tertentu, memperbaiki higiene kulit, dan melakukan perubahan gaya hidup dapat bermanfaat dalam penatalaksanaan inkontinendia fekal. Pada saat istirahat, sudut anorektal adalah sekitar 90 derajat, saat berkontraksi secara volunter sudut tersebut menjadi lebih kecil, sekitar lansiia derajat, dan saat defekasi menjadi lebih tumpul, sekitar derajat.

Apa pengertian inkontinensia alvi?

Anatomi Anal Kanal dan Rektum 8 Gambar 1. Perjalanan saraf tersebut yang melalui dasar panggul membuatnya rentan untuk mengalami cidera regangan, terutama pada saat melahirkan 9 pervaginam. Kedua studi tersebut tidak terkontrol dan metode yang dilakukan pada terapi ini tidak jelas. We share information about your activities on the site with our partners and Google partners: Barium enema dapat menyebabkan konstipasi Kondisi patologis Iritan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan peninjang untuk menegakkan diagnosis inkontinensia fekal antara lain: Etiologi Inkontinensia Alvi Penyebab utama timbulnya inkontinensia alvi adalah masalah sembelit, penggunaan pencahar yang berlebihan, gangguan saraf seperti dimensia dan stroke, serta gangguan kolorektum seperti diare, neuropati diabetik, dan kerusakan sfingter rektum.

Saraf utama adalah saraf pudendus, yang berasal dari saraf sakral kedua, ketiga, dan keempat dan menginervasi sfingter ani eksterna, mukosa ani, dan dinding anorektal.